Aku memang tak baik.. Di matamu.
Tapi,, aku ingin sekali baik di dirimu.
Aku memang tak sempurna..Di matamu,,
Tapi aku ingin sekali seømpurna di hatimu.
Sayang inilah diriku yg sebenarnya.Tulus dari hatiku.
Aku brhrap sayang dpat mngerti, isi perasaan hati ini.
Sayang dngrkan aku..
Aku akan selalu menjagamu,mencintaimu,,dngan segala
kerinduan,kehangatan,yg ada pd aku,dngan alasan apapun,
godaan,tntangan, yg menghalangiku,
aku akan terus sayang,sayang,dan mencintaimu.
Menu provided by FlashMenus.net. Free flash menus, free online flash menu builder. Drop down flash menus Copyright Flash-Extensions.net, All Rights Reserved. Flash menu, flash extensions and drop down menu. Web menu. Flash menu bar. Navigation bar. Drop down menu / Accordion menu / Multi-column menu.
Selasa, 01 Juni 2010
Hijau Daun – Suaraku (Berharap)
Disini aku masih sendiri
Merenungi hari-hari sepi
Aku tanpamu
Masih tanpamu
Bila esok hari datang lagi
Ku coba untuk hadapi semua ini
Meski tanpamu
Meski tanpamu
Bila aku dapat bintang yang berpijar
Mentari yang tenang bersamaku disini
Ku dapat tertawa menangis merenung
Di tempat ini aku bertahan
Suara dengarkanlah aku
Apa kabarnya pujaan hatiku
Aku disini menunggunya
Masih berharap di dalam hatinya
Suara dengarkanlah aku
Apakah aku s’lalu dihatinya
Aku disini menunggunya
Masih berharap di dalam hatinya
Kalau aku masih tetap disini
Ku lewati semua yang terjadi
Aku menunggumu
Aku menunggu
Merenungi hari-hari sepi
Aku tanpamu
Masih tanpamu
Bila esok hari datang lagi
Ku coba untuk hadapi semua ini
Meski tanpamu
Meski tanpamu
Bila aku dapat bintang yang berpijar
Mentari yang tenang bersamaku disini
Ku dapat tertawa menangis merenung
Di tempat ini aku bertahan
Suara dengarkanlah aku
Apa kabarnya pujaan hatiku
Aku disini menunggunya
Masih berharap di dalam hatinya
Suara dengarkanlah aku
Apakah aku s’lalu dihatinya
Aku disini menunggunya
Masih berharap di dalam hatinya
Kalau aku masih tetap disini
Ku lewati semua yang terjadi
Aku menunggumu
Aku menunggu
Label:
Puisi
Letih
Letih… ku berdiri di bawah terik mentari
Semenjak engkau melangkah menjauh pergi
Hingga rambut ini mulai memutih
Masih… tak kutemui engkau kembali
Letih… hanya saja raga ini b’lumlah mati
Hingga jiwa terus saja meminta tuk menunggumu disini
Sampai engkau hadir…
Sampai larut penantian menjadi bagian dari takdir
Semenjak engkau melangkah menjauh pergi
Hingga rambut ini mulai memutih
Masih… tak kutemui engkau kembali
Letih… hanya saja raga ini b’lumlah mati
Hingga jiwa terus saja meminta tuk menunggumu disini
Sampai engkau hadir…
Sampai larut penantian menjadi bagian dari takdir
Label:
Puisi
Langganan:
Postingan (Atom)