Minggu, 18 Juli 2010

Awas! Ponsel Pada Anak Di Bawah 8 Tahun Sebabkan Tumor Otak



Anak-anak dan remaja disarankan untuk tidak terlalu sering berbicara menggunakan ponsel karena dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan mereka.

Walaupun belum ada bukti ilmiah bahwa ponsel akan menimbulkan ancaman bagi kesehatan, para ahli di Wales mendorong anak-anak untuk lebih irit bicara di ponsel dan memilih ber-SMS.

Saran itu disampaikan salah satu pejabat tinggi pemerintah Wales, Dr Tony Jewell, yang menekankan pentingnya tindak pencegahan dalam mengantisipasi ancaman radiasi ponsel.

"Selalu lebih baik untuk mengambil langkah aman ketimbang menyesal kemudian. Kami tak mengharapkan anak-anak sama sekali berhenti menggunakan ponsel, tetapi ada langkah-langkah di mana mereka dapat melindungi kesehatannya di masa depan," ujar Jewell, seperti diberitakan oleh BBC.

Untuk menyosialisasikan imbauan ini, Jewell membuat kampanye kepada anak-anak sekolah menggunakan brosur yang intinya mengajak mereka mengurangi frekuensi bicara lewat ponsel.

"Ketika kamu memakai ponsel untuk bicara, akan terpancar sinyal radio yang dekat dengan kepala. Sinyal ini seperti mengantarkan musik pada radio atau gambar pada televisi. Semakin lama kamu bicara, semakin lama bisa terkena sinyal radio," demikian petikan pesan dalam brosur itu.

"Saat ini tak ada riset yang mengindikasikan bahwa remaja atau anak lebih sensitif terhadap sinyal ponsel. Perlu banyak kajian, namun begitu, kami menyarankan anak dan remaja mengurangi paparan terhadap sinyal radio guna mencegah risiko kesehatan di masa depan," lanjutnya.

Dr Jewell mengaku khawatir kalau risiko itu akan ditemukan dan menimpa kalangan anak-anak dan ramaja. "Melindungi kesehatan remaja Wales adalah prioritas. Meski penelitian saat ini mengindikasikan bahwa ponsel tidak menyebabkan ancaman kesehatan, masih banyak pekerjaan lain yang belum selesai," ujarnya.

Orangtua harus berpikir dua kali sebelum memenuhi permintaan anaknya yang masih duduk di sekolah dasar memiliki telepon genggam. Sebab, menurut sebuah penelitian, menggunakan telepon genggam sejak dini mempunyai risiko jangka panjang untuk kesehatan mereka.

Para peneliti di National Radiology Protection Board, Inggris, mengatakan, radiasi elektromagnetik yang dihasilkan dari telepon gengam dapat merusak DNA dan mengakibatkan tumor otak. Orangtua seharusnya tidak memberikan telepon genggam pada anak-anak yang berusia 8 tahun atau di bawahnya sebagai tindakan pencegahan gangguan radiasi dari alat-alat tersebut.

“Ketika Anda menggunakan telepon genggam, 70-80 persen energi radiasi yang dipancarkan dari antena telepon itu diserap oleh kepala. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan, potensi dampak negatif dari penyerapan radiasi jangka panjang yang dipancarkan oleh telepon genggam. Sayangnya, hanya sedikit penelitian yang memfokuskan pada anak-anak,” ungkap Prof Henry Lai dari University of Washington, AS, seperti diberitakan dari web MD Health.

Prof Henry mengatakan, efek radiasi pada anak-anak sangat mengkhawatirkan karena otak yang masih berkembang sangat mungkin terkena radiasi. Tumor otak biasanya berkembang selama 30 sampai 40 tahun. Anak-anak yang menggunakan telepon genggam sejak remaja akan mempunyai periode waktu yang lebih panjang sebelum terlihat dampaknya.

“Kita tidak tahu apakah anak-anak lebih mudah terkena radiasi," katanya sambil menyarankan agar orang-orang menggunakan headset guna menjauhkan antena dari kepala. Para peneliti di National Radiology Protection Board, Inggris, mengatakan bahwa radiasi elektromagnetik yang dihasilkan dari telepon gengam dapat merusak DNA dan mengakibatkan tumor otak. Para orang tua dianjurkan untuk tidak memberikan fasilitas ponsel pada anak-anak yang berusia 8 tahun atau di bawahnya sebagai pencegahan gangguan radiasi dari alat tersebut. Ketika Anda menggunakan telepon genggam, 70-80 persen energi radiasi yang dipancarkan dari antena telepon itu diserap oleh kepala.
Efek radiasi pada anak-anak sangat mengkhawatirkan karena otak yang masih berkembang sangat mungkin terkena radiasi. Tumor otak biasanya berkembang selama 30 sampai 40 tahun. Untuk mencegah bahaya radiasi ponsel sebaiknya menggunakan aksesoris seperti “headset” yang dapat menjauhkan antena ponsel dari kepala anda. (fn/k2m/id)
www.suaramedia.com

Senin, 05 Juli 2010

Mobil Terbang Dijual Bebas!




Massachusetts - Akhir tahun 2008 dunia otomotif global dikejutkan oleh lahirnya Terrafugia Transition, yang merupakan sebuah mobil yang mampu terbang.

Kini, mobil yang telah memamerkan kebolehannya terbang ini hampir dipastikan sudah dapat benar-benar beroperasi di jalan umum dan akan dilepas ke pasaran pada tahun 2011 mendatang.

Bila Terrafugia mampu menjual Transition ke pasaran, maka mobil terbang ini merupakan mobil terbang pertama di pasaran. Sebab meskipun sejak lama, banyak yang terobsesi dan membuat mobil yang bisa terbang, belum ada mobil terbang yang benar-benar aman dan layak berjalan di jalanan umum.

Nah, Terrafugia Transition ini benar-benar dapat dikemudikan di jalan normal, dan 'muat' bila di parkir di tempat parkir umum atau garasi si pemilik seperti halnya mobil-mobil 'normal' lainnya.

Keistimewaan mobil ini seperti detikOto kutip dari leftlanenews yakni mampu terbang dengan kecepatan hingga 115 mph (185 km per jam) dengan kemampuan menjelajah sampai sejauh 450 mil di udara. Sementara ketika ada di darat, Terrafugia Transition mampu bepergian sampai dengan kecepatan 65 mph atau sekitar 104 km per jam.

Untuk mengembangkan sayapnya, Terrafugia Transition mampu melakukan hal itu hanya dalam waktu 30 detik saja, tidak jauh berbeda dengan kemampuan mobil-mobil
convertible modern ketika membuka dan menutup kap mobil.

Dan bila ada yang mampu membelinya, Terrafugia pun ternyata telah membuka keran
inden dengan besaran DP mencapai US$ 10.000 (Rp 93 juta) dengan harga perkiraan mencapai US$ 185.000 atau Rp 1,8 miliar. Ayo siapa yang mau?

Mobil Terbang Segera Diproduksi



Massachusetts - Terrafugia Transition yang merupakan mobil yang bisa bertransformasi menjadi pesawat ringan segera akan diproduksi setelah mendapat pengecualian terkait masalah berat kendaraan.

Masalah berat kendaraan ini adalah masalah yang selama ini mengganjal Terrafugia Transition untuk diproduksi massal. Kini setelah masalah ini teratasi, maka Terrafugia Transition pun siap masuk ke line produksi.

Menurut ketentuan Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat, bila ingin terbang Terrafugia Transition hanya boleh memiliki berat maksimum 599 kg dan masuk dalam kategori pesawat ringan. Namun ternyata pesawat-mobil ini memiliki berat 53 kg lebih berat dari ketentuan tersebut.

Alhasil, sejak pertama kali diperkenalkan pada 2006 silam, Terrafugia Transition banyak tersandung masalah untuk diproduksi massal.

Terrafugia Transition adalah mobil yang bisa bertransformasi menjadi pesawat ringan. Di udara, Terrafugia Transition mampu melaju hingga 185 km perjam.

Sementara ketika ingin mengendarainya sebagai mobil, sayap Terrafugia Transition bisa dilipat dan pengendara pun dapat menjalankannya seperti layaknya mobil biasa.

Hingga saat ini Terrafugia seperti detikOto kutip dari The Register, Kamis (1/7/2010) mengklaim kalau mereka sudah memiliki 70 orang yang memesan pesawat-mobil-nya ini dengan membayar uang muka sebesar 10 persen dari harga jual Terrafugia Transition yang mencapai US$ 194.000 atau sekitar Rp 1,76 miliar.

Wah untuk di Jakarta mobil ini sepertinya cocok. Bukan begitu?

Orang Buta Segera Bisa Mengemudi



Virginia - Saat ini setiap orang buta dipastikan mustahil untuk bisa mengendarai mobil, apalagi dengan aman. Namun di masa depan, orang-orang buta akan bisa mengemudikan mobil tanpa bahaya.

Karena saat ini sebuah tim peneliti sedang membaut sebuah prototype alat yang mampu membantu para tunanetra mengemudikan kendaraan. National Federation of the Blind atau Federasi Nasional Orang-orang Buta dan Virginia Tech saat ini sedang mengembangkan alat tersebut.

Alat yang diberi julukan 'nonvisual interfaces' yang mampu memberi tahu seluruh hal terbaru yang terjadi di sekitar mobil pada pengemudi.

Proyek ambisius ini sebenarnya sudah direncanakan sejak 10 tahun silam, namun orang-orang mengganggap ragu ide tersebut.

"Kami mengeksplorasi wilayah yang sebelumnya dianggap tidak tereksplorasi," ungkap Presiden Federasi Nasional Orang-orang Buta Dr Marc Maurer seperti detikOto kutip dari Autoevolution, Senin (5/7/2010).

"Beberapa orang mengira saya gila dan mereka berpikir, 'Mengapa Anda ingin kami mengumpulkan uang untuk sesuatu yang tidak bisa dilakukan?', Sementara yang lain pikir itu ide yang bagus," tambahnya.

Demonstrasi publik pertama akan berlangsung di Daytona Beach, Florida. Disana orang-orang buta akan mencoba untuk mensimulasikan sesi mengemudi dengan bantuan sebuah kendaraan khusus.
( syu / ddn )