kursi akan senantiasa di samping meja
sendok akan senantiasa di samping piring
pensil akan senantiasa di samping buku
tp knpa aku gag bza di samping kamu
hawa tercipta hanya untux adam
sinta tercipta hanya untux rama
juliet tercipta hanya untux romeo
tapi knapa kmu tercipta bukan bwt aku
manusia takan biza hidup tanpa tanah
mawar takan biza hidup tanpa mentari
ikan takan biza hidup tanpa air
begitu juga denganku...........
takan biza hidup tanpamu
Menu provided by FlashMenus.net. Free flash menus, free online flash menu builder. Drop down flash menus Copyright Flash-Extensions.net, All Rights Reserved. Flash menu, flash extensions and drop down menu. Web menu. Flash menu bar. Navigation bar. Drop down menu / Accordion menu / Multi-column menu.
Senin, 31 Mei 2010
Minggu, 30 Mei 2010
Beca Masa Depan Made in Japan
Metalworking Yodogawa dan blade Kinki Knives Corporation dari Jepun memperkenalkan Meguru iaitu beca masa hadapan. Ia merupakan sebuah kenderaan elektrik yang mempunyai 3 roda dan memuatkan 3 orang penumpang termasuk pemandu. Rangkanya diperbuat daripada besi, lantainya daripada buluh dan pintunya daripada kertas.Dengan baterinya yang diisi penuh selama 2 jam ia mampu menempuh jarak sekitar 40km. Harganya sekitar USD10000 .
Label:
Lainnya
Scorpions Gelar Konser Perpisahan di Candi Borobudur

Scorpions Gelar Konser Perpisahan di Candi Borobudur
Grup band rock asal Jerman, Scorpions yang menyatakan diri pensiun pada awal 2010 lalu akan menggelar konser perpisahan. Konser perpisahan kelompok musik gaek itu digelar di Candi Borobudur.
Kabar mengenai rencana konser perpisahan Scorpions itu diungkapkan oleh pihak manajemen Candi Borobudur, PT. Taman Wisata Candi Borobudur (PT TWCB) Magelang. Mereka memberikan kepastian grup musik yang berusia sekitar 45 tahun itu akan menggelar konser perpisahan di pelataran Candi Borobudur Magelang pada pertengahan Juni 2011 mendatang.
“Dari tim Scorpions datang ke pihak kami seminggu yang lalu. Ada perwakilan empat orang, dua dari Indonesia dan dua orang dari Jerman datang menemui saya,” jelas Agus Canny, Direktur Pemsaaran PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Ratu Boko (PT TW CB & RB), menjelang pagelaran Sendratari Mahakarya Borobudur di Taman Lumbini, Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur Magelang, Jawa Tengah.
Lanjut Agus, saat itu tim Scorpions menyampaikan rencana menggelar konser perpisahan tersebut secara lisan. Namun pihak PT TWCB meminta untuk mengajukan permohonan secara tertulis.
“Supaya ada kepastian besar kemungkinan akan tetap dilangsungkan sebab mereka hanya menyebut nama Candi Borobudur sebagai tempat pilihan mereka, tidak tempat lainya, ujar Agus.
Pada Agus, tim dari Scorpions pun sempat memberitahukan alasan mereka memilih Candi Borobudur sebagai tempat konser. “Borobudur is The Largest Monument In The World kata mereka,” imbuhnya.
Menurut rencana, konser perpisahan yang didirikan oleh Rudolf Schenker (gitar) pada tahun 1965 di Hanover, Jerman itu akan dijadikan satu dengan dua momen penting di Candi Borobudur. Dua momen penting itu adalah peringatan 20 tahun dinyatakanya Candi Borobudur sebagai World Culture Heritages oleh UNESCO dan 100 tahun restorasi Candi Borobudur pertama yang dilakukan oleh Van Berg pada tahun 1911.
Agus Canny Menambahkan, pihak PT TWCB hanya akan menyediakan tempat, akomodasi dan reservasi kedatangan mereka ke Candi Borobudur Magelang. “Sementara untuk masalah teknis dan perlengkapan mereka pihak mereka yang menyediakan karena secara teknis mereka lebih handal,” tegas Agus.
Seperti yang diberitakan lewat situs resminya, www.the-scorpions.com pada 24 Januari 2010, grup musik ini menyatakan pensiun. Scorpions yang saat ini mempunyai personil Klause Meine (vokal), Matthias Jabs (gitar), Rudolf Schenker (gitar), Pawel Maciwoda (bass), dan James Kottak (drum) ingin mengakhiri karir musiknya yang luar biasa dalam sejarah.
Pada Maret 2010, Scorpions mulai melakukan tur perpisahannya. Mereka memulai tur perpisahan di Jerman dan kemudian tampil di berbagai negara di dunia.
Tentang HP Pertama di Dunia seberat 2 KG

Martin Cooper merupakan penemu ponsel yang digunakan lebih dari separuh populasi dunia. Handset pertama dilahirkannya pada 1973 dengan bantuan tim Motorola dengan berat dua kilogram. Ketika dia menderita di jalanan New York dan membuat panggilan ponsel pertama dari prototipe ponselnya, dia tidak pernah membayangkan perangkat buatannya itu akan sukses suatu saat. Untuk memproduksi ponsel pertama, Motorola memerlukan biaya setara dengan US$1 juta. “Di 1983, ponsel portabel berharga US$4 ribu (Rp36 juta) setara dengan US$10 ribu (Rp90 juta) hari ini,” ujarnya.
Cooper mengatakan bahwa timnya menghadapi tantangan bagaimana memasukkan semua bahan ke dalam sebuah ponsel untuk pertama kalinya. Namun akhirnya desainer industri telah melakukan pekerjaan super dan insinyur menyelesaikan dua kilogram perangkat ponsel pertama.
“Bahan yang sangat penting untuk ponsel pertama adalah baterai dengan berat empat atau lima kali daripada ponsel yang ada saat ini. Waktu hidup baterai 20 menit, tetapi hal tersebut bukan masalah karena pengguna tidak akan menggunakannya selama itu,” ujarnya.
Setelah memproduksi ponsel, tantangan terbesar adalah mengadaptasi infrastruktur untuk mendukung panggilan ponsel mobile. “Tantangannya adalah menciptakan jaringan dengan hanya membutuhkan 3 MHz spektrum, setara dengan lima channel TV yang tersalur ke seluruh dunia,” imbuhnya. Dia dan timnya berharap bahwa suatu hari setiap orang bisa memiliki handset mereka sendiri.
“Faktanya kami bergurau dengan mengatakan di masa depan, ketika seseorang lahir maka harus menandatangani sebuah nomor telepon dan jika tidak menjawab panggilan telepon, maka pengguna akan meninggal. Kami tidak memiliki bayangan dalam waktu 35 tahun separuh manusia di bumi akan memiliki ponsel dan mereka memberikan ponsel kepada orang lain secara cuma-cuma,” katanya.
Pada awalnya ponsel secara resmi dibuat untuk menolong dokter dan staf rumah sakit meningkatkan komunikasi mereka. Cooper berharap perangkat ini akan membantu keamanan dan kebebasan bagi orang-orang, tetapi ternyata implikasi sosial yang muncul melebihi pemahaman Cooper hampir selama empat dekade lalu.
“Kami tidak pernah mengira bahwa hal seperti Facebook dan Twitter dan semua konsepnya akan terjadi di dalam ponsel,” terangnya.
Generasi baru yang disebut sebagai ponsel pintar telah merevolusi industri ponsel mobile dan mengubah cara orang menggunakannya. Teknologi dalam handset telah berubah fokus dari ‘voice’ menjadi fungsi lainnya semacam pemutar media portabel, jelajah web dan kamera.
Dengan mempelajari keseluruhan teknologi, Cooper percaya bahwa operator dan produsen ponsel telah mengubah handheld ponsel menjadi layaknya monster.
“Buku petunjuk saat ini lebih besar dan berat bila dibandingkan dengan ponsel itu sendiri,” ujar Cooper. “Teknologi yang baik adalah intuitif, ponsel memaksa tiap orang menjadi seorang insinyur.”
Tetapi Cooper masih menikmati menguji coba ponsel terbaru, karena dia ingin memahami inovasi yang terjadi di pasar ponsel. “Anda harus menyelam ke dalam produk dan menggunakannya untuk lebih memahami, itulah mengapa saya memiliki sebuah ponsel baru setiap satu atau dua bulan,” ujar Cooper.
Seiring dengan perkembangan ponsel ke generasi ke-empat, dengan fitur baru di setiap pembaruannya, penemu ponsel tersebut mengatakan bahwa handset di masa depan harus bertujuan meningkatkan kualitas kehidupan pengguna. “Teknologi membuat hidup lebih baik, lebih nyaman, aman, mendidik, menghibur dan sebagian besar membuat lebih produktif dan sehat,” ujar Cooper.
Dalam terminologi pengembangan fisik ponsel yang telah mengecil dari awalnya seukuran batu bata, dia percaya bahwa pengguna masa depan akan bisa berbagi dengan perangkat tersebut.
“Ponsel dalam jangka panjang akan bisa dimasukkan ke bawah kulit belakang telinga dengan komputer canggih yang akan membuat kerja lebih keras,” tegasnya.
Label:
HandPhone
Langganan:
Postingan (Atom)