Rabu, 13 Oktober 2010

Keraguan

KETIKA tertidur ia, jiwanya, aku tahu,
Pergi mengelanai luas udara
Sayap-sayap, yang tak pernah menerbangkanku,
meninggalkan ia rebah, diam dan tenang,
menunggu, kosong, berbaring menyamping,
Seperti gaun tersampir di bangku...
Aku tahu ini, dan belum juga aku tahu
Keraguan yang tak akan tertolak itu

Selama jiwanya ada di entah di mana,
Apa yang membentangkan murka di wajahnya?
Tak ada apa-apa, yang menimbang berjaga
di balik rentangan tirai matanya,
Apakah itu dia, gerhana diri sendiri,
Bayangan, ringan dan tak terhentikan,
Di sekira sudut bibirnya,
Senyum yang sejatikah itu dia?

Dan ketika jiwa tak ada di sana,
Kenapa wangi ada pada rambutnya?

Raja SmS



Makin Tua Makin Jarang Tertawa


Tertawa adalah ungkapan kebahagiaan. Selain bisa membuat kita lebih rileks, tertawa juga diyakini punya kekuatan menyembuhkan. Tapi, tahukah Anda bahwa makin bertambahnya usia, kita makin jarang tertawa?

"Setiap periode usia memiliki skala tertawa sendiri. Kelompok usia yang paling jarang tertawa adalah pada usia 50-an," kata Dr Lesley Harbidge, peneliti dari Universitas Glamorgan, Inggris.

Dalam penelitian yang dilakukan Harbidge, anak usia di bawah lima tahun (balita) dan anak-anak pada umumnya tertawa 300 kali dalam sehari karena hidup bagi mereka sangatlah menyenangkan. Sementara itu, kelompok remaja rata-rata tertawa 6 kali dalam sehari. Hal yang bisa memicu mereka tertawa adalah kesialan orang lain.

Pada usia dewasa, jumlah tertawa kita makin sedikit lagi, yakni tinggal 4 kali dalam sehari. Namun, pada usia 30-an jumlahnya akan meningkat menjadi 5 kali sehari dan terus bertambah ketika memiliki anak.

Ketika kita memasuki usia 50-an, para peneliti dari Inggris menemukan, paling banyak mereka tertawa 3 kali dalam sehari dan jumlahnya menyusut menjadi 2,5 kali pada usia 60 tahun. Mereka juga jarang menceritakan lelucon.

Padahal, tertawa adalah obat stres yang paling manjur. "Saat tertawa tubuh akan mengeluarkan hormon endorfin. Hari-hari yang dilengkapi dengan tawa akan membuat kita jarang terkena stres," kata Harbidge.

Para ahli juga menemukan, sifat suka marah dan mengeluh yang dialami orang tua, atau disebut Sindrom Victor Meldrew ini lebih sering dialami pria dibanding perempuan.

Puting beliung menerjang kawasan Tapanuli Tengah


Tapanuli Tengah: Sumatra Utara, Selasa (12/10). Terjangan angin yang berlangsung sekitar sepuluh menit mengakibatkan sejumlah pohon besar tumbang. Ada yang menimpa rumah warga dan sedikit yang menutupi ruang jalan.

Pohon yang tumbang di antaranya menutupi jalan lintas Sibolga-Tarutung. Saat angin kencang terjadi, para pengendara yang tengah melintas sempat panik. Sejumlah pengendara pun memilih berhati-hati melewati pohon yagn ada di pinggir jalan khawatir ada lagi pohon yang tumbang.

Sementara dua pohon yang tumbang di Kompleks AURI, Pandan, membuat aktivitas warga terganggu. Pasalnya akses jalan masuk ke kompleks tertutup batang pohon. Pagar kantor Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah juga rusak akibat tertimpa pohon tumbang yang roboh diterjang angin ribut.(JUM)