Senin, 05 Juli 2010

Mobil Terbang Segera Diproduksi



Massachusetts - Terrafugia Transition yang merupakan mobil yang bisa bertransformasi menjadi pesawat ringan segera akan diproduksi setelah mendapat pengecualian terkait masalah berat kendaraan.

Masalah berat kendaraan ini adalah masalah yang selama ini mengganjal Terrafugia Transition untuk diproduksi massal. Kini setelah masalah ini teratasi, maka Terrafugia Transition pun siap masuk ke line produksi.

Menurut ketentuan Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat, bila ingin terbang Terrafugia Transition hanya boleh memiliki berat maksimum 599 kg dan masuk dalam kategori pesawat ringan. Namun ternyata pesawat-mobil ini memiliki berat 53 kg lebih berat dari ketentuan tersebut.

Alhasil, sejak pertama kali diperkenalkan pada 2006 silam, Terrafugia Transition banyak tersandung masalah untuk diproduksi massal.

Terrafugia Transition adalah mobil yang bisa bertransformasi menjadi pesawat ringan. Di udara, Terrafugia Transition mampu melaju hingga 185 km perjam.

Sementara ketika ingin mengendarainya sebagai mobil, sayap Terrafugia Transition bisa dilipat dan pengendara pun dapat menjalankannya seperti layaknya mobil biasa.

Hingga saat ini Terrafugia seperti detikOto kutip dari The Register, Kamis (1/7/2010) mengklaim kalau mereka sudah memiliki 70 orang yang memesan pesawat-mobil-nya ini dengan membayar uang muka sebesar 10 persen dari harga jual Terrafugia Transition yang mencapai US$ 194.000 atau sekitar Rp 1,76 miliar.

Wah untuk di Jakarta mobil ini sepertinya cocok. Bukan begitu?

Orang Buta Segera Bisa Mengemudi



Virginia - Saat ini setiap orang buta dipastikan mustahil untuk bisa mengendarai mobil, apalagi dengan aman. Namun di masa depan, orang-orang buta akan bisa mengemudikan mobil tanpa bahaya.

Karena saat ini sebuah tim peneliti sedang membaut sebuah prototype alat yang mampu membantu para tunanetra mengemudikan kendaraan. National Federation of the Blind atau Federasi Nasional Orang-orang Buta dan Virginia Tech saat ini sedang mengembangkan alat tersebut.

Alat yang diberi julukan 'nonvisual interfaces' yang mampu memberi tahu seluruh hal terbaru yang terjadi di sekitar mobil pada pengemudi.

Proyek ambisius ini sebenarnya sudah direncanakan sejak 10 tahun silam, namun orang-orang mengganggap ragu ide tersebut.

"Kami mengeksplorasi wilayah yang sebelumnya dianggap tidak tereksplorasi," ungkap Presiden Federasi Nasional Orang-orang Buta Dr Marc Maurer seperti detikOto kutip dari Autoevolution, Senin (5/7/2010).

"Beberapa orang mengira saya gila dan mereka berpikir, 'Mengapa Anda ingin kami mengumpulkan uang untuk sesuatu yang tidak bisa dilakukan?', Sementara yang lain pikir itu ide yang bagus," tambahnya.

Demonstrasi publik pertama akan berlangsung di Daytona Beach, Florida. Disana orang-orang buta akan mencoba untuk mensimulasikan sesi mengemudi dengan bantuan sebuah kendaraan khusus.
( syu / ddn )

Rabu, 30 Juni 2010

DRIVE live perform @ Bottom Line Nagoya Japan


Sabtu, 22 Mei 2010 DRIVE mengukir satu sejarah baru untuk dunia musik Indonesia. Band yang terpilih menjadi band yang tampil di event ‘Indonesian Music Move In Japan 2010′ ini tampil prima dan memberikan performance yang entertaining di hadapan masyarakat Jepang yang ada di Nagoya.

Membawakan beberapa lagu hits dari album pertama (Esok Lebih Baik), kedua (Kita Untuk Selamanya), dan album ketiga yang baru saja rilis di pasaran (Bintang Yang B3rsinar). DRIVE selalu menampilkan performa terbaik dan identitas panggungnya dalam menghibur para pendengar musik.

‘Kita senang sekali berada disini dan berharap nanti bisa kembali kesini lagi’ ungkap Adi sang drummer ketika ditanya mengenai event ini.

Terima kasih untuk Kazokukai Team, Independent Network Indonesia dan Kedubes Indonesia yang berada di Jepang, Bottom Line Nagoya serta para pendengar dan penikmat musik DRIVE yang berada disana.

Ariel Sudah Akui Kepemilikan Video Porno


Jakarta Pemeriksaan terhadap Ariel terkait kasus video porno telah selesai. Ariel pun sudah menandatangai BAP. Kabarnya, Ariel juga sudah mengakui kepemilikan video porno tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh salah satu sumber detikhot di kepolisian, saat dihubungi lewat telepon, Rabu (30/6/2010). Menurut sang sumber, Ariel sudah mengaku dirinya memang terlibat dengan video-video porno tersebut sejak awal.

"Waktu dia (Ariel) datang pertama kali, dia juga sudah ngaku," ujarnya.

Sumber itu mengungkapkan kalau saat itu pihak kepolisian memang tidak mau terburu-buru menetapkan Ariel sebagai tersangka. Polisi juga membutuhkan bukti-bukti lain selain pengakuan Ariel.

"Kan mesti pakai bukti biar kuat secara hukum. Sekarang dia juga tandatangani BAP kan," jelasnya.

Sebelumnya, hal itu sudah dikonfirmasi kepada kuasa hukum Ariel dan Luna Maya, OC Kaligis. Namun, ia membantahnya. "Enggak ada itu di BAP. Kalau isi BAP saya nggak bisa kasih tahu," ujarnya saat ditemui di Mabes Polri, Senin (28/6/2010).(hkm/iy)